PENGALAMAN
INVITA 2016
Ya, kembali lagi dengan saya
Rayhan! Dan saya akan menceritakan pengalaman saya saat INVITA 2016. Apakah itu
INVITA? INVITA adalah singkatan dari Industri Visit dan Tafaqur Alam. Ini
seperti outing, cuman lebih lama. Kita pergi menginap sekitar 4 hari. INVITAnya
pergi ke mana? Ke Yogyakarta dan Solo. Kita pergi naik kereta ke sana, yang
memakan waktu lama sekali. Kita di sana tidak Cuma jalan-jalan, tapi juga
mengerjakan tugas. Tugasnya adalah tugas video selama INVITA. Kita dibagi
menjadi beberapa kelompok per kelas. Kita juga dibagi jadi beberapa kelompok
untuk tidur. Nah, sekarang sudah dulu penjelasannya, sekarang waktunya untuk
bercerita.
Perjalanan ini dimulai
pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Biasanya perjalan dimulai pada pagi atau siang
hari, namun kita memulai perjalanan saat malam hari, yaitu sekitar jam 8 malam.
Pada siang dan paginya aku menyiapkan dan beristirahat untuk kegiatan INVITA
nanti. Aku mulai berangkat ke Stasiun Gambir sekitar jam 5 kurang, dan
seharusnya aku berangkat lebih awal. Perjalanan ke Stasiun Gambir sangat macet,
karena ada demo di dekat sana. Untung aku berhasil ke Stasiun Gambir tepat
waktu, karena saat itu kereta sudah mau sampai ke stasiun. Lalu kami naik
kereta. Kita duduk di tempat yang sudah ditentukan, sampai pemeriksaan tiket
selesai. Saat pemeriksaan tiket selesai, anak - anak langsung berpindah –
pindah tempat duduk. Aku duduk dengan temanku, Firas. Kita diberitahu bahwa
kita akan sampai jam 4 pagi, jadi kita disarankan untuk tidur dulu. Namun kita
tidak langsung tidur. Beberapa temanku bermain HP, sedangkan beberapa sudah
tidur. Aku dan Firas menonton film dulu sebelum tidur. Kita menonton dari HP
Firas. Sekitar jam 12 malam, kita baru tidur. Saat sudah jam setengah empat
pagi, kita dibangunkan oleh guru – guru. Kita langsung dan bersiap – siap.
Akhirnya kita sampai di Solo. Kita dijemput dengan bus pemandu wisata. Kita
langsung jalan sekitar jam setengah lima pagi. Namun kita tidak pergi ke hotel,
tapi kita pergi ke tempat yang bernama Sabila Farm. Di Sabila Farm, kita
melihat awalnya Sabila Farm dibentuk, dan melihat ke dalam Sabila Farm. Sabila
Farm ternyata terkenal karena hasil panen buah naganya. Lalu kita berangkat
lagi untuk pergi ke PT. Sritex. PT. Sritex adalah perusahaan yang memproduksi
pakaian atau bahan tekstil lainnya. Di sana kita diceritakan awal PT. Stritex
dibuat. Setelah itu kita pergi ke pusat pembelanjaan PT. Sritex untuk
berbelanja. Aku membeli sebuah tas sandang. Lalu kita langsung pergi ke tempat
kita selanjutnya. Sebenarnya kita mau ke Malioboro, tapi sudah tidak ada waktu.
Jadi kita langsung pergi ke hotel. Nama hotelnya ( aku tidak tahu ). Saat masuk
hotel kita dibagikan kartu untuk masuk ke kamar. Seperti yang tadi kubilang,
kita dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok untuk tidur. Aku tidur
berempat dengan teman dekatku, diantaranya adalah Yarra, Ridzky, dan Firas.
Kita bermain – main dulu sebelum tidur. Kita menonton TV, main game, nonton
youtube, dan lain – lain. Akhirnya kita tertidur pulas.
Temanku Ridzky bangun
jam 4 pagi. Dia bangun karena alarm HP kecilku. Lalu sekitar jam setengah lima
pagi aku bangun. Lalu kita berdua membangunkan yang lain. Lalu sekitar jam 6
pagi kita turun ke lantai bawah untuk makan pagi. Ternyata masih sedikit teman
– teman kita yang sudah bangun. Setelah kita makan pagi kita kembali ke kamar
kita untuk mempersiapkan barang – barang yang harus dibawa. Kita lalu ke bus
dan menunggu teman – teman yang lain. Bus lalu berangkat untuk pergi ke Kraton
Jogjakarta. Di sana, kita banyak melihat peninggalan – peninggalan kerajaan –
kerajaan di Jogja. Tempat ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun
1755. Setelah selesai melihat – lihat (dan beli – beli sedikit), kita langsung
pergi ke masjid terdekat untuk sholat Jum’at. Kita sampai di sana sekitar jam
11 siang. Saat itu orang yang ada di masjid masih sedikit, karena sholat Jum’at
baru mulai sekitar jam 12 lewat. Karena masih lama, kita makan siang dahulu.
Setelah selesai makan siang kita langsunh berwudhu dan pergi ke masjid dan
menunggu sholat Jum’at mulai. Kita selesai sholat Jum’at sekitar jam setengah
satu, lalu kita naik bus dan menunggu anak – anak yang lain masuk ke bus. Kita
berangkat lagi sekitar jam 1, untuk menempuh perjalanan ke Desa Wisata Batik
Giriloyo. Kita berhenti di perempatan jalan di dekat sawah, lalu untuk pergi ke
Desa Wisata Giriloyo kita naik kereta mini. Karena ada sekitar 200 – an anak
yang ikut INVITA, sedangkan kereta mininya hanya ada dua, kita naik bergantian
dengan yang lain. Akhirnya semua anak sudah sampai di sana. Sebenarnya itu
adalah desa biasa, cuman desa itu terkenal dengan karya batiknya, jadi itu
menjadi tempat wisata. Di sana kita diajarkan membatik dengan orang – orang di sana.
Aku terkena malam (cairan yang digunakan untuk membatik tulis) di sana, dan
rasanya panas sekali. Untung saja hanya sedikit. Lalu akhirnya kita selesai dan
langsung pergi ke tempat selanjutnya. Selanjutnya kita pergi ke Pantai
Parangtritis. Konon di sana jika kita memakai pakaian hijau, kita akan
menghilang. Kita di sana bermain ombak. Tidak sengaja aku membasahkan baju
teman – temanku, jadi aku harus membayar ganti rugi, yaitu dibasahi dengan ombak.
Akhirnya kita selesai dan ganti baju. Sore harinya kita pergi ke tempat makan.
Setelah makan kita pergi ke Malioboro. Di sana banyak tempat belanja, jadi
disuruh berbelanja sepuas kita sampai jam setengah sepuluh malam. Aku membeli
baju untukku dan adikku, gantungan kunci, dan dompet. Baru saja saat jam
setengah sembilan malam aku sudah capek, jadi aku kembali ke bus. Aku menunggu
teman – teman yang lain sambil bermain bersama teman – temanku yang ada di
dalam bus. Lalu sekitar jam setengah sepuluh lewat kita melakukan pengecekan
dan langsung pergi ke hotel. Sampai di hotel aku langsung ganti baju dan
sholat, lalu aku tiduran di tempat tidur sambil menonton film di TV. Filmnya
selesai sekitar jam 10 malam dan aku masih belum mau tidur. Ridzky dan Firas
masih bermain HP mereka, sedangkan Yarra sudah tidur. Aku akhirnya kut bermain
bersama Ridzky dan Firas. Kita menonton video lucu sampai – sampai kta tertawa
terbahak – bahak, sampai ada yang memencet bel kamar kita. Saat itu sudah jam
12 malam, dan saat itu kita tertawa sangat keras sampai jatuh. Lalu ada yang
memencet bel kamar kita, dan kita langsung diam. Lalu ada suara dari luar berkata
“Buka Pintunya!”. Kita tidak tahu apa itu guru atau penghuni hotel yang lain,
tapi kita langsung masuk ke dalam selimut kita. Orang it uterus memencet dan
memanggil kita sampai sekitar jam 00 : 30. Saat itu kita sudah mulai tertidur,
dan paginya kita juga mendapat masalah baru.
Kita bangun sekitar jam
7 pagi. Akulah yang paling pertama bangun. Setelah aku sadar sudah jam 7, aku
langsung membangunkan yang lain. Kita langsung bersiap – siap ini kita harus
meninggalkan hotel, karena malamnya kita sudah ke kereta. Setelah selesai
bersiap – siap, kita langsung ke tempat makan. Ternyata semua teman se-angkatan
kita sudah di bus semua, jadi sudah mau berangkat. Kita akhirnya hanya makan
sereal dan roti, setelah itu kita naik bus dan langsung pergi ke Gunung Merapi.
Di sana kita naik bus hanya sampai camp jeep, setelah itu kita naik jeep. Kita
offroad, jadi saat kita naik jeep goyang – goyang, dan itu membuatnya jadi
tambah seru. Kita pergi ke museum Merapi. Tempat itu sebenarnya rumah – rumah
yang tersisa akibat letusan gunung Merapi pada tahun 2010. Di sana banyak
terdapat benda – benda yang masih sedikit utuh sehabis letusan gunung Merapi.
Lalu kita ke tempat batu alien. Batu itu sebenarnya terbuat akibat dari letusan
gunung Merapi. Yang membuat batu alien special adalah bentuknya seperti wajah
orang, tapi tidak jelas. Lalu kita naik jeep lagi ke bunker. Aku lupa apa nama
bunker itu, tapi bunker itu berfungsi Sebagai tempat pengungsian. Kita akhirnya
kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan untuk makan. Kita makan di orang utan
resto. Di sana kita makan dan sholat zhuhur jamma’ qasar dengan asar. Lalu kita
ke Candi Borobudur. Saat kita baru turun dari bus, kita sudah di tawarkan
barang – barang oleh pedagang – pedagang di sana. Aku membeli satu souvenir
dari salah satu pedagang. Kita lalu mengantri untuk membeli tiket. Lalu kita
langsung pergi ke Candi Borobudur dan langsung naik ke atasnya. Di dinding –
dinding candi banyak terdapat relief. Katanya, itu adalah cerita kehidupan
seorang Buddha. Aku naik sampai lantai teratas candi. Di sana aku sudah bisa
melihat hutan, kota lain, dan lain – lain. Kita disana tidak lama, karena saat
itu sudah jam 4 sore. Kita harus ke stasiun Jogja untuk pulang naik kereta jam
8 malam. Jadi kita sekali lagi naik bus ke stasiun Jogja. Sesampainya di
stasiun Joja kita beli tiket dan menunggu kereta datang. Kita sholat Maghrib
jamma’ isha. Akhirnya keretanya datang dan kita pulag ke Jakarta. Yak,
ceritanya sudah selesai jadi kalian boleh berhenti baca dari sekarang. Sampai
jumpa di cerita lainnya!