Rabu, 26 Oktober 2016


PENGALAMAN INVITA 2016


                Ya, kembali lagi dengan saya Rayhan! Dan saya akan menceritakan pengalaman saya saat INVITA 2016. Apakah itu INVITA? INVITA adalah singkatan dari Industri Visit dan Tafaqur Alam. Ini seperti outing, cuman lebih lama. Kita pergi menginap sekitar 4 hari. INVITAnya pergi ke mana? Ke Yogyakarta dan Solo. Kita pergi naik kereta ke sana, yang memakan waktu lama sekali. Kita di sana tidak Cuma jalan-jalan, tapi juga mengerjakan tugas. Tugasnya adalah tugas video selama INVITA. Kita dibagi menjadi beberapa kelompok per kelas. Kita juga dibagi jadi beberapa kelompok untuk tidur. Nah, sekarang sudah dulu penjelasannya, sekarang waktunya untuk bercerita.

            Perjalanan ini dimulai pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Biasanya perjalan dimulai pada pagi atau siang hari, namun kita memulai perjalanan saat malam hari, yaitu sekitar jam 8 malam. Pada siang dan paginya aku menyiapkan dan beristirahat untuk kegiatan INVITA nanti. Aku mulai berangkat ke Stasiun Gambir sekitar jam 5 kurang, dan seharusnya aku berangkat lebih awal. Perjalanan ke Stasiun Gambir sangat macet, karena ada demo di dekat sana. Untung aku berhasil ke Stasiun Gambir tepat waktu, karena saat itu kereta sudah mau sampai ke stasiun. Lalu kami naik kereta. Kita duduk di tempat yang sudah ditentukan, sampai pemeriksaan tiket selesai. Saat pemeriksaan tiket selesai, anak - anak langsung berpindah – pindah tempat duduk. Aku duduk dengan temanku, Firas. Kita diberitahu bahwa kita akan sampai jam 4 pagi, jadi kita disarankan untuk tidur dulu. Namun kita tidak langsung tidur. Beberapa temanku bermain HP, sedangkan beberapa sudah tidur. Aku dan Firas menonton film dulu sebelum tidur. Kita menonton dari HP Firas. Sekitar jam 12 malam, kita baru tidur. Saat sudah jam setengah empat pagi, kita dibangunkan oleh guru – guru. Kita langsung dan bersiap – siap. Akhirnya kita sampai di Solo. Kita dijemput dengan bus pemandu wisata. Kita langsung jalan sekitar jam setengah lima pagi. Namun kita tidak pergi ke hotel, tapi kita pergi ke tempat yang bernama Sabila Farm. Di Sabila Farm, kita melihat awalnya Sabila Farm dibentuk, dan melihat ke dalam Sabila Farm. Sabila Farm ternyata terkenal karena hasil panen buah naganya. Lalu kita berangkat lagi untuk pergi ke PT. Sritex. PT. Sritex adalah perusahaan yang memproduksi pakaian atau bahan tekstil lainnya. Di sana kita diceritakan awal PT. Stritex dibuat. Setelah itu kita pergi ke pusat pembelanjaan PT. Sritex untuk berbelanja. Aku membeli sebuah tas sandang. Lalu kita langsung pergi ke tempat kita selanjutnya. Sebenarnya kita mau ke Malioboro, tapi sudah tidak ada waktu. Jadi kita langsung pergi ke hotel. Nama hotelnya ( aku tidak tahu ). Saat masuk hotel kita dibagikan kartu untuk masuk ke kamar. Seperti yang tadi kubilang, kita dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok untuk tidur. Aku tidur berempat dengan teman dekatku, diantaranya adalah Yarra, Ridzky, dan Firas. Kita bermain – main dulu sebelum tidur. Kita menonton TV, main game, nonton youtube, dan lain – lain. Akhirnya kita tertidur pulas.

            Temanku Ridzky bangun jam 4 pagi. Dia bangun karena alarm HP kecilku. Lalu sekitar jam setengah lima pagi aku bangun. Lalu kita berdua membangunkan yang lain. Lalu sekitar jam 6 pagi kita turun ke lantai bawah untuk makan pagi. Ternyata masih sedikit teman – teman kita yang sudah bangun. Setelah kita makan pagi kita kembali ke kamar kita untuk mempersiapkan barang – barang yang harus dibawa. Kita lalu ke bus dan menunggu teman – teman yang lain. Bus lalu berangkat untuk pergi ke Kraton Jogjakarta. Di sana, kita banyak melihat peninggalan – peninggalan kerajaan – kerajaan di Jogja. Tempat ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Setelah selesai melihat – lihat (dan beli – beli sedikit), kita langsung pergi ke masjid terdekat untuk sholat Jum’at. Kita sampai di sana sekitar jam 11 siang. Saat itu orang yang ada di masjid masih sedikit, karena sholat Jum’at baru mulai sekitar jam 12 lewat. Karena masih lama, kita makan siang dahulu. Setelah selesai makan siang kita langsunh berwudhu dan pergi ke masjid dan menunggu sholat Jum’at mulai. Kita selesai sholat Jum’at sekitar jam setengah satu, lalu kita naik bus dan menunggu anak – anak yang lain masuk ke bus. Kita berangkat lagi sekitar jam 1, untuk menempuh perjalanan ke Desa Wisata Batik Giriloyo. Kita berhenti di perempatan jalan di dekat sawah, lalu untuk pergi ke Desa Wisata Giriloyo kita naik kereta mini. Karena ada sekitar 200 – an anak yang ikut INVITA, sedangkan kereta mininya hanya ada dua, kita naik bergantian dengan yang lain. Akhirnya semua anak sudah sampai di sana. Sebenarnya itu adalah desa biasa, cuman desa itu terkenal dengan karya batiknya, jadi itu menjadi tempat wisata. Di sana kita diajarkan membatik dengan orang – orang di sana. Aku terkena malam (cairan yang digunakan untuk membatik tulis) di sana, dan rasanya panas sekali. Untung saja hanya sedikit. Lalu akhirnya kita selesai dan langsung pergi ke tempat selanjutnya. Selanjutnya kita pergi ke Pantai Parangtritis. Konon di sana jika kita memakai pakaian hijau, kita akan menghilang. Kita di sana bermain ombak. Tidak sengaja aku membasahkan baju teman – temanku, jadi aku harus membayar ganti rugi, yaitu dibasahi dengan ombak. Akhirnya kita selesai dan ganti baju. Sore harinya kita pergi ke tempat makan. Setelah makan kita pergi ke Malioboro. Di sana banyak tempat belanja, jadi disuruh berbelanja sepuas kita sampai jam setengah sepuluh malam. Aku membeli baju untukku dan adikku, gantungan kunci, dan dompet. Baru saja saat jam setengah sembilan malam aku sudah capek, jadi aku kembali ke bus. Aku menunggu teman – teman yang lain sambil bermain bersama teman – temanku yang ada di dalam bus. Lalu sekitar jam setengah sepuluh lewat kita melakukan pengecekan dan langsung pergi ke hotel. Sampai di hotel aku langsung ganti baju dan sholat, lalu aku tiduran di tempat tidur sambil menonton film di TV. Filmnya selesai sekitar jam 10 malam dan aku masih belum mau tidur. Ridzky dan Firas masih bermain HP mereka, sedangkan Yarra sudah tidur. Aku akhirnya kut bermain bersama Ridzky dan Firas. Kita menonton video lucu sampai – sampai kta tertawa terbahak – bahak, sampai ada yang memencet bel kamar kita. Saat itu sudah jam 12 malam, dan saat itu kita tertawa sangat keras sampai jatuh. Lalu ada yang memencet bel kamar kita, dan kita langsung diam. Lalu ada suara dari luar berkata “Buka Pintunya!”. Kita tidak tahu apa itu guru atau penghuni hotel yang lain, tapi kita langsung masuk ke dalam selimut kita. Orang it uterus memencet dan memanggil kita sampai sekitar jam 00 : 30. Saat itu kita sudah mulai tertidur, dan paginya kita juga mendapat masalah baru.


            Kita bangun sekitar jam 7 pagi. Akulah yang paling pertama bangun. Setelah aku sadar sudah jam 7, aku langsung membangunkan yang lain. Kita langsung bersiap – siap ini kita harus meninggalkan hotel, karena malamnya kita sudah ke kereta. Setelah selesai bersiap – siap, kita langsung ke tempat makan. Ternyata semua teman se-angkatan kita sudah di bus semua, jadi sudah mau berangkat. Kita akhirnya hanya makan sereal dan roti, setelah itu kita naik bus dan langsung pergi ke Gunung Merapi. Di sana kita naik bus hanya sampai camp jeep, setelah itu kita naik jeep. Kita offroad, jadi saat kita naik jeep goyang – goyang, dan itu membuatnya jadi tambah seru. Kita pergi ke museum Merapi. Tempat itu sebenarnya rumah – rumah yang tersisa akibat letusan gunung Merapi pada tahun 2010. Di sana banyak terdapat benda – benda yang masih sedikit utuh sehabis letusan gunung Merapi. Lalu kita ke tempat batu alien. Batu itu sebenarnya terbuat akibat dari letusan gunung Merapi. Yang membuat batu alien special adalah bentuknya seperti wajah orang, tapi tidak jelas. Lalu kita naik jeep lagi ke bunker. Aku lupa apa nama bunker itu, tapi bunker itu berfungsi Sebagai tempat pengungsian. Kita akhirnya kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan untuk makan. Kita makan di orang utan resto. Di sana kita makan dan sholat zhuhur jamma’ qasar dengan asar. Lalu kita ke Candi Borobudur. Saat kita baru turun dari bus, kita sudah di tawarkan barang – barang oleh pedagang – pedagang di sana. Aku membeli satu souvenir dari salah satu pedagang. Kita lalu mengantri untuk membeli tiket. Lalu kita langsung pergi ke Candi Borobudur dan langsung naik ke atasnya. Di dinding – dinding candi banyak terdapat relief. Katanya, itu adalah cerita kehidupan seorang Buddha. Aku naik sampai lantai teratas candi. Di sana aku sudah bisa melihat hutan, kota lain, dan lain – lain. Kita disana tidak lama, karena saat itu sudah jam 4 sore. Kita harus ke stasiun Jogja untuk pulang naik kereta jam 8 malam. Jadi kita sekali lagi naik bus ke stasiun Jogja. Sesampainya di stasiun Joja kita beli tiket dan menunggu kereta datang. Kita sholat Maghrib jamma’ isha. Akhirnya keretanya datang dan kita pulag ke Jakarta. Yak, ceritanya sudah selesai jadi kalian boleh berhenti baca dari sekarang. Sampai jumpa di cerita lainnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar